Tampilkan postingan dengan label jurnal hidupku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jurnal hidupku. Tampilkan semua postingan

Senin, Mei 17, 2010

Catatan toxicity...

'Toxicity' teringat kembali akan kejayaan Toxicity di tahun 2002. . . . Kalau lagu Toxicity-nya System of a down sich keluar di tahun 2004. Tapi toxicity saya sudah berjaya dua tahun sebelum lagu itu muncul.. *bingung kan?*hehehe. Mudah - mudahan signal kontak batinnya tidak terkirim ke pulau timah sana...*berharap no network.* Sengaja atau tidak sengaja mengingat sang Toxicity yang ga boleh disebut-sebut lagi karna tidak baik jika dalam keadaan kekurangan gizi dan berada di titik terendah sentimental kehidupan. . . . Akibatnya fatal!!dont try this pokona mah!!! Tapi kok memang saya yang ngeyel atau ga bisa dibilangin... Mendadak mendengarkan Lagu Toxicity, mendadak nge' add teman di fesbuk yang namanya sama dengan nama panggilan special si Toxicity, parahnya lagi ujug - ujug malah ngebuka satu kotak dus bekas parcel lebaran padahal udah jelas - jelas ada tulisan. . . . JANGAN DI BUKA!!!BARANG BERBAHAYA!!! Teuteup weh di buka. . . Dan isinya adalah. . ."seperangkat alat sholat di bayar tunai." TETOOOONG. *ngarep*hehehe. Dan... Isinya adalah harta warisan si Toxicity saya. . . Ada dua kotak handphone sony ericson R600 dan T600. . . *bekas handphone saya dan handphone si Toxicity.* Ada bekas kotak coklat pemberian dari Toxicity, Ada kotak acesories berlogo tengkorak buatan tangan Toxicity, acesoriesnya juga masih ada, kalung, gelang, etc, dan ada dua botol kosong minuman keras... Miras... Minuman keras... Miras... *mode on bang haji Rhoma irama.* gak tau nama minumannya apa, saya gak ngerti yang jelas itu beralkohol dan harooom. . . . .*itu sisa-sisa jaman mudanya sebelum menjadi Toxicity saya.* terus ada satu pajangan berbentuk jangkar yang sudah di modifikasi oleh tangan Toxicity, di situ tertera nama saya dan namanya tertulis juga 03 Nop' 2002 "only love." *uhuy...* dan satu kain Bali bergambar bob marley... Pertanyaanya adaaaalaaah??? Kenapa barang-barang itu masih saya simpan?! Kenapa saya membuka kotak itu lagi?? Kenapa Toxicity tidak berjodoh dengan saya?? Pertanyaan bodoh!bodoh!bodoh! Saat ini... Saya hanya sedang merindukan masa-masa yang pernah terlewat tapi bukan berarti saya menginginkan Toxicity kembali.... Saya butuh seseorang seperti saya butuh Toxicity di Masa kejayaannya dan masanya sudah lewat.... Saya butuh seseorang.... Karna saya tak sanggup sendiri. . .

Minggu, Mei 09, 2010

Catatan Museum...

Sabtu pagi masih gelap, handphone berkaret saya berteriak-teriak membangunkan saya yang tertidur nyenyak... "Cepat bangun kita taklukan tiga museum hari ini." Meski masih terasa berat membuka mata tapi semangat untuk menaklukan museum tidak goyah... My pap Primus Ayah saya yang pertama kali memperkenal museum kepada saya, sejak masih sekolah TK. . . Waktu kecil Museum yang pertama kali saya kunjungi adalah Museum Zoologi alias Museum beulawo *serbuk berwarna biru yang digunakan untuk mencuci baju, fungsinya seperti pemutih pakain.* Entah kenapa disebut Museum beulawo. . . Menurut Ayah saya gedung Museum zoologi itu dulunya di cat warna biru seperti serbuk beulawo itu makanya disebut Museum beulawo. Sebulan yang lalu saya kembali mengunjungi Museum Zoologi Bogor...Museum yang didirikan oleh Dr.J.C Koningsberger pada bulan Agustus 1894. Tidak ada yang berubah seperti pertama kali saya berkunjung kesana waktu kecil. . . Museum ini merupakan pameran ilmiah dari berbagai jenis fauna. Jumlah binatang yang dipamerkan sekitar 2.000 jenis binatang disajikan dalam 75 kotak dan 60 vitrine. Ikan gergaji yang ada dalam ingatan saya masih tergantung di langit-langit. . . Kerangka ikan paus biru (Balanoptera musculus) yang terbesar di Indonesia. Masih berada di bagian belakang Museum sedikit berdebu. . .*saya sempat bersin-bersin disana.* Dua minggu setelahnya saya berkunjung ke Museum bank Indonesia, di bangun pada abad 17 ini, dulunya bangunan rumah sakit(ziekenhuls). Gedung ini digunakan oleh De Javasche Bank antara tahun 1910 dan 1935 gedung direnovasi. Sesudah Indonesia merdeka gedung ini di pakai oleh Bank Indonesia dan sekarang menjadi Museum Bank Indonesia, museum ini menyajikan perbankan Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat ke nusantara sampai terbentuknya Bank Indonesia di tahun 1953. Memasuki museum ini tidak di pungut biaya*gratis.* tapi penyajiannya dikemas dengan memanfaatkan teknologi modern dan multimedia, seperti display elektronik, panel statik, televisi plasma dan diorama. Sungguh sudah sangat modern untuk museum. Ada juga fakta dan koleksi benda bersejarah sebelum terbentuknya Bank Indonesia, seperti koleksi-koleksi uang numismatik pada masa kerajaan-kerajaan nusantara. Koleksi Uang rupiah dari jaman dulu tersimpan di museum Bank Indonesia. Sore hari kembali ke pelataran Museum fatahillah yang selalu ramai dikunjungi setiap weekend... Bangun di sabtu pagi.. "Sipp... ada waktu luang untuk bersenang-senang... Kapan lagi." *begitu sms yang dikirim dari kamo di pulau itu.* Bersenang-senang di waktu libur bekerja dan saat ini kesenangan saya adalah Museum.. Meluncur dengan bis 44 jurusan ciledug-senen... Jalan ciledug raya yang macet tak menyurutkan semangat saya. Turunlah saya dari bis di Jalan merdeka barat tepat jam 9.15.. Saya langsung berjalan kaki menuju Museum gajah yang lumayan jauh apalagi harus berjalan sendirian. Sampai di depan Museum gajah. . .Mana teman-teman saya yang berjanji akan bertemu ditempat ini. Hoalaah. . . Setelah membaca sms masuk. Ternyata teman-teman menunggu saya di Tugu monas bukan di museum gajah.*gubrakk* Terpaksa harus Putar balik dengan kaki saya yang sama menuju tugu monas. .*hufft* Mandi keringat *Spa gratis.* gara-gara jalan kaki yang lumayan cukup jauh,seorang diri pula tapi tetap masih bisa tersenyum waktu kru tv One ngajak kenalan. Salah satu dari mereka mengaku teman kuliah saya. "saya anak maritim. . . Emang situ anak maritim juga?" begitu kata saya dengan muka andalan *muka oneng.*:-) Orang yang saya ajak ngomong gak kalah oneng mukanya.*hehehehe.* Lanjut lagi jalan kaki sambil lalu meninggalkan kru-kru tv One yang di buang sayang... Sampai di pintu loket tugu monas... "Mahasiswa ya..berapa orang?" tanya si penjaga loket. "bukan mahasiswa, satu orang." sahut saya. Harga tiketnya Rp.2500 tapi saya membayar Rp.3000.*sengaja tidak mengambil kembaliannya.* Berhasil... Berhasil... Waktu saya menemukan teman-teman yang sudah menunggu saya. Monas menjadi ikon kota Jakarta dengan sedikit taman berharap menjadi paru-paru di tengah kota yang padat populasi dan polusinya. Monas dibangun pada bulan Agustus 1959. Pada tanggal 17 agustus 1961 Monas diresmikan oleh presiden Soekarno. Monas dibangun setinggi 132 meter dan berbentuk lingga yoni, seluruh bangunan dilapisi marmer. Dan target saya adalah menuju puncak tertinggi monas. Dimana di bagian puncak terdapat lidah api yang tingginya 17 meter dan berdiameter 6 meter, berat 14,5 ton. Lidah api dilapisi emas seberat 45kg. . .*semua angkanya berhubungan dengan hari kemerdekaan.* Untuk mencapai puncak tertinggi monas naik lift sekitar 3menit.*beli tiket terlebih dahulu sebelum mengantri naik lift... Tiket dewasa Rp.7500. Berada dipelataran puncak Monas bisa melihat gedung-gedung pencakar langit di Jakarta bahkan kalau udara cerah bisa melihat gunung Salak di Jawa barat dan kepulauan seribu. Ketika saya melihat ke arah utara entah kenapa yang terbayang oleh saya adalah tsunami, karna saya dapat melihat laut dari puncak tertinggi monas. Berlanjut ke Museum Nasional di Jalan medan merdeka barat. Museum nasional atau museum gajah di dirikan pada tahun 1778... Kenapa disebut Museum gajah? Karna di depan museum nasional terdapat patung gajah.*anak Tk juga tau itu mah.* Ternyata sejak dihadiakan patung gajah oleh Raja Chulalongkorn dari Thailand di tahun 1871 makanya dikenal dengan sebutan Museum gajah. *bersambung karna pk hp postingnya.*

Jumat, April 30, 2010

Catatan perempuan untuk perempuan dan perempuanmu...

Dengan background pendidikan yang saya miliki mungkin orang akan heran sambil berpikir aneh. Saya bekerja sebagai tenaga non medis dibagian pembayaran di sebuah klinik Ibu dan anak. Rasanya sia-sia kuliah perkapalan. posisi yang saya tempati sangat tidak matching!!! Sebenarnya ini bukan pekerjaan pertama saya, tapi bekerja sebagai tenaga non medis ini saya banyak mendapatkan pengalaman seru, tingkah laku unik setiap pasien yang datang menjadi hiburan tersendiri buat saya, dan tentu saja yang amat sangat berharga adalah ilmu tentang medis. saya yang sebelumnya tidak tahu apapun tentang medis di awal-awal kerja. Setahun lalu dibulan April untuk memperingati Hari Ibu kita Kartini '21 April' ditempat saya bekerja mengadakan program promosi pencegahan kanker serviks dengan pemberian vaksinasi. "Apa itu kanker serviks?" itu yang ada di dalam otak koclak saya saat itu, daan saya tidak tahu apapun soal penyakit itu. timbul rasa penasaran di dalam diri saya, awalnya karena tidak ingin terlihat bodoh, kalau-kalau ada pasien yang bertanya tentang kanker serviks. tapi begitu mengejutkan ketika tahu di seluruh dunia, lebih dari 600 perempuan meninggal setiap harinya karena kanker serviks dan di Indonesia setiap harinya sekitar 20 perempuan meninggal karena kanker serviks. dam ini lah hasil dari keingintahuan saya... kanker serviks adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada serviks (leher) rahim. penyebabnya 99,7% disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV) dan terutama pada HPV tipe 16 dan 18. akan tetapi katanya HPV bukan satu-satunya penyebab utama timbulnya sel kanker, karena paparan sinar radisai dan pengaruh zat kimia dapat juga menjadi pemicu timbulnya kanker. HPV sendiri merupakan virus umum yang dapat ditularkan melalui kontak seksual, fakta ini membuat kanker serviks menyerang setiap perempuan yang berada dalam usia produktif dan aktif secara seksual. beberapa faktor resiko terkena kanker serviks antara lain : . Mulai melakukan hubungan seks pada usia muda . Sering berganti-ganti pasangan seksual sehingga menderita infeksi di daerah kelamin. . Melahirkan banyak anak . Kebiasaan merokok ( resikonya dua kali lebih besar ) . Defisiensi vitamin A, C dan F Kanker serviks stadium dini sering tidak menimbulkan gejala atau tanda-tanda yang khas bahkan tidak ada gejala sama sekali, sehingga banyak perempuan yang tidak menyadari kalau dirinya sudah terinfeksi HPV atau menularkannya. Meski di Indonesia kanker serviks merupakan kanker nomor satu paling umum diderita oleh perempuan, pada dasarnya jenis kanker ini juga merupakan satu dari beberapa jenis kaknker yang paling mudah dicegah, selama kita mengetahui caranya : 1. menjalankan pola seksual yang sehat dan menjaga kebersihan alat kelamin. 2. meminimalisasi konsumsi zat pengawet , memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin A. 3. Bagi perempuan yang telah aktif secara seksualnya, sebaiknya juga melakukan 'screening' atau deteksi dini dengan Papsmear_ yang dilakukan dengan cara mengambil lendir pada leher rahim dengan menggunakan 'spatula' yang kemudian diperiksa laboratorium. Dan ada metode baru yang dapat dipertimbangkan yaitu IVA (Inspeksi Visual dengan asam asetat) cara kerjanya lebih sederhana, nyaman serta murah. dengan mengoleskan asam asetat atau asam cuka pada leher rahim lalu memerhatikan reaksi perubahan yang dialami. Dengan cara ini prakanker dapat diketahui lebih awal, ada perbedaan jangka waktu pelakasanaan test dari kedua metode 'screening' pada papsmear harus dilakukan setiap satu tahun sekali, pada IVA dilakukan setiap 3 samapai 5 tahun sekali. Apabila ditemukan perubahan sel abnormal saat deteksi dini' screening' maka hal ini dapat dimonitor dan diobati sebelum berkembang menjadi 'kanker serviks'. Resiko berkembanngnya infeksi menjadi kanker serviks adalah lima kali lebih tinggi pada perempuan yang tidak menjalani deteksi dini secara teratur. Kanker serviks yang ditemukan pada stadium dini dan diobati dengan cepat dan tepat dapat disembuhkan,oleh sebab itu lakukan deteksi dini secara teratur. 4. menjalani vaksin kanker serviks untuk mencegah timbulnya HPV, vaksin itu sendiri terdiri dari dua jenis : Vaksin Cervarix dan vaksin Gardasil, cara kerja kedua vaksin ini relatif sama, yaitu dengan merangsang respon tubuh untuk membentuk zat anti terhadap HVP, dan diberikan dalam bentuk suntikan pada bagian lengan sebanyak 3 kali (pada bulan ke 0, 2 dan 6) dalam waktu 6 bulan. perbedaan dari kedua vaksin ini terletak pada pencakupan (banyaknya tipe HVP yang bisa dicegah) ada lebih dari 100 tipe HVP, ada 30 yang dapat menginfeksi daerah kelamin. beberapa tipe tersebut bisa berbahaya. HVP tipe 16 dan 18 merupakan penyebab utama 70% kasus kanker serviks didunia. perbedaannya juga terdapat pada zat pelarut yang digunakan. Vaksin cervarix memakai zat pelarut ASO4( MPl dan AI CoH) yang akan membunuh HPV tipe 16 dan 18. Vaksin Gardasil memakai zat pelarut AI (CoH), tapi mampu mencegah HPV tipe 16 dan 18, HVP tipe 6 dan 11 yang merupakan penyebab genital warts atau kutil pada kelamin. dan tentu saja ada perbedaan harga dari kedua vaksin tersebut, vaksin cervarix harganya lebih murah dibanding Gardasil. Dan sayangnya harga vaksin kanker tersebut masih belum terjangkau oleh masyarakat menengah kebawah. Saya masih sangat berharap kepada Ibu MENKES untuk mengadakan Pekan Imunisasi Nasional kanker serviks!!! Konsultasi lebih lanjut jangan hubungi saya!!!!! Bicaralah pada dokter.

Sabtu, November 21, 2009

sudah tahu sakitnya batuk, pilek dan alergi udara dingin....eh kok malah periksa darah HBs Ag yang buat hepatitis...
gak nyambung dodol....cuma kepengen tau kena virus hati apa nggak..abis ngakunya nggak punya hati tapi patah hati padahal gak jatuh cinta?ANEH kan?hehehehehedi ambil lah darah ku sebanyak 3ml.......dededededeng.....dag dig dug deg.....menunggu hasil pake acara deg2an segala lagi....syukurnya aku sempet request sama petugas analysnya minta hasil testnya yang bagoooooooooooosssss...syukur Alhamdulillah hasilnya...
HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM
HASIL SATUAN NILAI NORMAL**IMUNO-SEROLOGI***
HEPATITIS-HBs Ag 0.000 Cut off :0.025 negative : <0.025negative> 0.025
hari berikutnya sepulang kerja langsung ke PMI berniat mendonorkan darah nich...SEMANGAT 45......timbang berta badan, tensi 100/90...cek hemaglobin...tusuk lagi deh pake jarum....
*ugh,,,HB ku rendah....gagal donor darah lagi.....sedih aku, kecewa....kenapa jadi sia-sia datang ke PMI...
ya iyalah gimana gak HB nya rendah....wong kondisinya juga masih belum fit....tidurnya belum cukup,suara masih bindeng, batuk pileknya belum sembuh udah mo donor aja......
dasar Twul aneh...!
besok disarankan berobat ke dr.Benluk, internist,,,,
kenapa tuh batuk sama pileknya belum sembuh juga dok?mau beneran nunggu merah sich??????dodolkerja di tempat penyakit sakit mulu,udah tuh yang punya badan ngga nyadar diri.....
kerja dari pagi ampe pagi...makan satu kali sehari....
ada waktu libur malah di pake jalan2...
pulang kerja cepet bukannya tidur malah begadang,giliran ngedrop baru nyaho???hehehehe.mikirnya sakit yang macam2, yang tadinya gak doyan obat jadi nenggak obat mulu....panik ngedumel....
padahal salah sendiri...
sakit itu di hitung...coba kalo sehat...?
@rmh keong

Rabu, November 18, 2009

ANAK - ANAK WANGI MATAHARI....

Nanggalo. Padang. “Nama mu siapa?” Sapa ku pada seorang gadis cilik yang sedang bergelendot dengan Ibunya. Sesaat aku mengelus pipinya yang lembut. “Nur Hikmah Kak…” pelan jawabnya.tersipu malu. “Nama kakak…Wulan…kamu Kelas berapa?” Tanya ku lagi sambil memegang tangannya. “kelas tigo.” “Mau main sama Kakak?” “Mau…” Senyum gadis kecil itu mengembang. Damai rasanya hati ini menyaksikan itu. “Hayo…”Ajak ku menggandeng tangannya. lalu menghampiri ku sambil menatap ke arah Ibunya memohon Izin. Ibunya mengangguk. “Aku harus memanggil kamu Nur atau Hikmah Nih?” Tanya ku padanya yang sudah duduk di sebelahku. “Panggil Ikma saja Kak…” lalu ada seorang gadis cilik yang lebih kecil usia dari Ikma menghampiri ku. “Kalau ini siapa namanya?” Tanya ku langsung. “Rara…” Sahutnya lantang. “Rara…namanya yang bagus…” “Shafira namanya Kak…Itu Riri adiknya….” Celetuk Ikma. “Ow…Shafira namu mu cantik… Rara dan Riri kakak beradik ya?” Rara yang ditanya hanya manggut-manggut. “Yang itu Uun…Kak….” Ikma memperkenalkan lagi satu anak kecil tapi kali ini anak laki-laki yang usianya sekitar tiga tahun. “Hmmm…Uun?” Aku melihat Uun teringat film Upin dan Ipin. Uun anak yang lincah. “Iya Uun adik Rara juga kak.” Lanjut Ikma. “Ow..jadi adik mu dua Ra? Riri lalu Uun…” kataku sambil mengelitik Uun yang duduk di pangkuan ku. “Yang itu siapa namanya?” “Itu Fajar…yang itu Putri dan itu Adit….”Jelas Ikma. Mereka berkumpul mengelilingi ku. “Kak…kak Wulan dari Jakarta?” Tanya Riri yang membawa piring kaleng berisi nasi dan ikan. “Iya…kakak dari Jakarta datang ke Padang mau bermain sama kalian.” “Jakarta jauh kak…?” mulut Riri penuh dengan nasi tapi suaranya masih terdengar lantang. “Iya jauh…” lalu salah satu dari mereka ada yang memotong pembicaraan Riri, tapi aku tidak mengerti mereka bicara apa….mereka berbicara dengan bahasa Minang dan aku tidak mengerti. Jadilah aku sebentar-sebentar bertanya pada Ikma untuk minta di terjemahkan, agar bisa berkomunikasi dengan mereka. Syukurnya Ikma mengerti kesulitanku dan dia selalu berbicara dengan bahasa Indonesia denganku. “Di Jakarta ada gempa tidak Kak?” Tanya Riri di sela makan siangnya. “Di Jakarta juga pernah gempa Ri… Tapi tidak sebesar gempa di Padang.” “Ada rumah yang rubuh Kak?” Kali Rara yang bertanya. “Tidak…karna gempanya kecil, rumah mu yang mana Ra?” “Itu Kak…” Rara menunjukan satu bangunan rumah yang tidak jauh dari tempat kami duduk. “Rumahnya rubuh kena gempa kak…” Teriak Putri. Aku terpaku diam. Memandangi rumah yang rubuh dan sudah rata dengan tanah lalu aku menatap Rara yang tertunduk. Ingin rasanya memeluknya tapi aku hanya bisa mengusap kepalanya. “Rara kelas berapa?” Aku berusaha membuyarkan lamunan Rara. “Kelas satu…” “Kalo Uun…Uun sudah sekolah belum?” “BELUUUUMMM…”Teriak Uun tepat di kuping ku. Mereka semua tertawa melihat aku yang terkejut. Senangnya menyaksikan tawa riang mereka. “O iya nama sekolah kalian?” “SDN Gurun Laweh 17 kak…” “Sekolahnya juga rubuh Kak….” Aku diam lagi. Sekolah mereka pun tak luput dari gempa. “Kita ke sana yuk kak….” Ajak Rara. Belum sempat aku menyahut, tangan ku sudah di tarik-tarik oleh Uun. ‘Hayo…hayo…kita ke sekolah.” Aku digiring oleh anak-anak wangi matahari. Aku melihat bangunan sekolah yang rubuh, yang tersisa puing-puing berserakan dan di sana ada satu tenda darurat yang didirikan untuk menggantikan sekolah mereka, tempat belajar mereka. Apa rasanya belajar di tenda darurat, sudah pasti konsentrasi belajar mereka terganggu, kapasitas tenda darurat terbatas, tidak bisa menampung semua murid dari kelas satu sampai kelas enam. Mereka harus berbagi waktu dan berbagi tempat...dalam satu tenda itu ada tiga kelas. Kelas satu sampai kelas tiga masuk pagi, kelas empat sampai kelas enam masuk siang. Belum lagi suara helikopter yang lalu lalang mengantar logistik… anak-anak selalu berlari keluar tenda kalau mendengar suara helicopter… reaksi mereka beda-beda, sebagian ada yang senang melihat helicopter, sebagian lagi ada yang lari ketakutan karna mereka masih trauma. Setelah menemui petugas sekolah kami berpamitan. Hari ini aku, Mas Aliyth dan Mas Kika tidak bisa bermain dan bergembira dengan mereka. Kami datang setelah anak-anak selesai sekolah dan mereka semua sudah pulang yang tersisa hanya Ikma, Rara, Riri, Putri, Uun dan Fajar yang memang tempat tinggal mereka dekat dengan sekolah. Kami berjanji besok akan datang lagi bermain dan bergembira bersama mereka dengan teman-teman yang lain. kami sempat berphoto dengan anak-anak wangi matahari, mereka senang, mereka sama seperti kami…banci kamera dan narsis. Aku diantar ke mobil oleh anak-anak…. “Kak Wulan jangan pulang…” Pinta Ikma sambil merengek manja. “Iya…besok kakak datang lagi kita main sama-sama ya…sekarang kakak pamit dulu ya…” Kata ku pelan, tidak tega sebenarnya. Lalu Ikma mencium tangan ku. di ikuti Rara, Riri, Uun, dan yang lain. “Kak… besok datang lagi ya…” kali ini Rara. “Iya…kakak janji…” Ikma tidak melepaskan tangannya dari tangan ku. Tuhan…baru sekitar satu jam aku bertemu mereka tapi kenapa sulit sekali berpamitan dengan mereka. “Oke… Sekarang peluk Kakak.” Pinta ku tiba-tiba. Mereka spontan memelukku bergantian. “Aku boleh cium kak..” Pinta Ikma mengejutkanku. “Boleh..” Aku menyodorkan pipi ku kearah Ikma. Dia mencium ku lembut…Uun menatapku. “Uun mau cium juga….” Tanpa basa-basi Uun kecil mencium pipiku terasa ada cairan dari hidungnya menempel di pipi ku, lalu yang lain pun ikut mencium ku. dan tercium oleh ku aroma tubuh mereka yang khas… Hmmmm…aku tersenyum dalam hati. Ini wangi matahari… ini lah wangi matahari….meski orang bilang ini bau matahari tapi aku lebih suka menyebutnya wangi matahari. Aroma khas tubuh anak-anak yang bermain di bawah terik matahari. Waktu kecil aroma tubuh ku pun seperti itu. *bersambung.* ~anak-anak wangi matahari aku merindu kan kalian… sangat merindukan kalian….~ Untuk Ikma, Rara, Riri, Uun, Putri, Fajar… @rumah Keong *111109* -Twul-